Saat membeli saham lewat aplikasi seperti Stockbit atau Ajaib, saham itu tidak disimpan oleh aplikasinya. Saham Anda tercatat atas nama Anda di KSEI, dan uang Anda disimpan di RDN atas nama Anda di bank. Inilah alasan utama investasi saham lewat sekuritas berizin jauh lebih aman dibanding "investasi" di platform tidak resmi.
KSEI adalah
KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) adalah lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek di pasar modal Indonesia, diawasi OJK. Semua saham yang Anda beli tercatat di sub-rekening efek atas nama Anda di KSEI.
SID dan SRE
- SID (Single Investor Identification): nomor identitas tunggal investor di pasar modal, diterbitkan KSEI saat Anda pertama kali membuka rekening efek. Satu orang punya satu SID, meski membuka akun di beberapa sekuritas.
- SRE (Sub Rekening Efek): rekening tempat saham Anda dicatat, satu per sekuritas.
RDN adalah
RDN (Rekening Dana Nasabah) adalah rekening bank atas nama Anda yang khusus dipakai untuk transaksi saham. Uang yang Anda setor ke aplikasi saham sebenarnya masuk ke RDN ini, bukan ke rekening perusahaan sekuritas.
| RDN | Rekening biasa | |
|---|---|---|
| Atas nama | Anda | Anda |
| Fungsi | Khusus transaksi efek | Umum |
| Siapa yang bisa memakai dana | Hanya untuk membeli efek atas instruksi Anda, atau ditarik ke rekening Anda | Anda |
| Bank | Bank kustodian/administrator RDN yang ditunjuk KSEI | Bebas |
Cara buka RDN
Dalam banyak kasus Anda tidak perlu datang ke bank. RDN dibuka otomatis bersamaan dengan pembukaan rekening efek:
- Daftar rekening efek di aplikasi sekuritas (mis. Stockbit, Ajaib, IPOT), siapkan KTP dan data NPWP sesuai ketentuan.
- Sekuritas mengajukan pembukaan RDN atas nama Anda ke bank administrator RDN.
- Setelah aktif, setor dana ke nomor RDN tersebut, lalu mulai bertransaksi dari aplikasi.
Bunga & biaya RDN
- Saldo kas di RDN umumnya mendapat bunga, mirip tabungan, dihitung atas dana yang mengendap.
- RDN biasanya tanpa kartu ATM dan tanpa buku tabungan; dana hanya bisa dipakai membeli efek atau ditarik ke rekening pribadi Anda.
- Sebagian bank mengenakan biaya administrasi kecil. Cek ketentuan masing-masing bank.
- Jaminan LPS: saldo RDN termasuk simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, digabung dengan simpanan lain Anda di bank yang sama, selama bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS: 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum pada periode 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027 (lps.go.id). Jika bunga RDN melebihi tingkat itu, simpanan tersebut tidak dijamin.
Bank yang menyediakan RDN
KSEI menunjuk 23 bank sebagai Bank Administrator RDN (per Oktober 2026), antara lain BCA, Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, Permata, Panin, Sinarmas, Bank Syariah Indonesia, OCBC NISP, Maybank Indonesia, dan Bank Jago. Sekuritas Anda biasanya menentukan bank RDN-nya. Daftar lengkapnya ada di situs KSEI.
Cara cek kepemilikan saham Anda di AKSes KSEI
- Buka akses.ksei.co.id dan daftar dengan SID, NIK (nomor KTP), dan email Anda. Sebagian bank RDN juga menyediakan akses pengecekan melalui ATM.
- Masuk untuk melihat semua saham, reksadana, dan saldo RDN atas nama Anda, dari semua sekuritas sekaligus.
- Cocokkan dengan aplikasi broker Anda. Jika saham yang tampil di aplikasi tidak muncul di AKSes, segera hubungi sekuritas dan OJK.
Kami melakukan pengecekan ini pada setiap akun uji dalam metodologi review kami.
Perlindungan tambahan: Indonesia SIPF
Indonesia SIPF (Securities Investor Protection Fund) adalah dana perlindungan pemodal. Jika saham atau dana Anda hilang karena perusahaan efek atau bank kustodian gagal atau berbuat curang, SIPF dapat memberikan ganti rugi paling tinggi Rp200 juta per pemodal pada satu kustodian, dan Rp100 miliar per kustodian (Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-69/D.04/2020).
SIPF tidak mengganti kerugian karena harga saham turun. Perlindungannya hanya untuk aset yang hilang, bukan untuk risiko pasar.