Jawaban singkat: saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan rasio keuangannya memenuhi prinsip syariah, lalu dimasukkan OJK ke dalam Daftar Efek Syariah (DES). Membeli saham syariah lewat SOTS (Shariah Online Trading System) umumnya dinilai halal oleh DSN-MUI, selama tanpa margin berbunga dan tanpa short selling.

Halaman ini bersifat informasi, bukan nasihat investasi. Label syariah menyangkut kehalalan, bukan jaminan keuntungan. Status syariah sebuah saham dapat berubah setiap kali DES diperbarui, jadi selalu cek daftar terbaru.

Apa itu saham syariah?

Saham syariah adalah bukti kepemilikan atas perusahaan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dasarnya adalah Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang pasar modal syariah dan No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang mekanisme perdagangan efek ekuitas di bursa. OJK menyaring saham yang memenuhi kriteria dan menerbitkannya dalam Daftar Efek Syariah (DES), yang diperbarui dua kali setahun, pada Mei dan November.

Sebuah saham masuk DES jika lolos dua saringan:

  1. Saringan usaha (kualitatif): perusahaan tidak menjalankan usaha yang dilarang, seperti perbankan/keuangan berbasis bunga (riba), perjudian, produksi atau distribusi makanan dan minuman haram, serta barang/jasa yang merusak moral.
  2. Saringan keuangan (kuantitatif): OJK membatasi rasio keuangan lewat POJK No. 8 Tahun 2025: utang berbasis bunga paling banyak 45% dari total aset, dan pendapatan bunga serta pendapatan tidak halal lainnya paling banyak 5% dari total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain. Batas 5% berlaku sejak April 2026 (sebelumnya 10%); batas utang akan diturunkan bertahap menjadi 33%, dengan tahapan yang ditetapkan OJK, paling lambat April 2035. Cek ketentuan yang berlaku pada periode DES terbaru.

Cara cek apakah sebuah saham syariah

  1. Lihat Daftar Efek Syariah (DES) terbaru di situs OJK. Ini daftar resmi dan paling lengkap.
  2. Cek indeks saham syariah di IDX. Lihat bagian indeks di bawah.
  3. Gunakan aplikasi dengan fitur SOTS, yang otomatis hanya menampilkan dan mengizinkan pembelian saham syariah.
  4. Cek di AKSes KSEI untuk memastikan kepemilikan atas nama Anda setelah membeli.

Indeks saham syariah di BEI

Daripada menghafal daftar, banyak investor memakai indeks sebagai acuan:

IndeksIsiUntuk apa
ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)Seluruh saham syariah yang tercatat di BEI (anggota DES)Melihat keseluruhan pasar saham syariah
JII (Jakarta Islamic Index)30 saham syariah paling likuidFokus pada saham syariah besar dan likuid
JII7070 saham syariah paling likuidPilihan lebih luas daripada JII
IDX-MES BUMN 1717 saham syariah terkait BUMNTema BUMN syariah

Jumlah konstituen ISSI berubah tiap periode; JII (30), JII70 (70), dan IDX-MES BUMN 17 (17) jumlahnya tetap sesuai definisinya. Indeks ditinjau dua kali setahun, pada Mei dan November, mengikuti jadwal DES. Cek daftar terbaru di situs IDX.

Saham syariah apa saja? (dan soal "10 saham syariah terbaik")

Daftar saham syariah berisi ratusan emiten (lebih dari 600 saham pada periode terakhir) dari berbagai sektor, mulai dari barang konsumsi, telekomunikasi, energi, hingga properti. Banyak saham berkapitalisasi besar masuk ISSI/JII, tetapi keanggotaan bisa berubah setiap periode review DES.

Kami tidak memberikan rekomendasi beli atau daftar "saham terbaik". Alih-alih mengejar daftar instan, pakai cara yang lebih aman:

  • Mulai dari konstituen JII atau JII70 untuk saham syariah yang likuid.
  • Pahami bisnis perusahaannya, bukan sekadar label syariah. Label syariah menilai kehalalan usaha dan rasio keuangan, bukan apakah harganya akan naik.
  • Untuk pemula, pertimbangkan reksadana saham syariah agar terdiversifikasi. Lihat rekomendasi saham untuk pemula.

Saham bank syariah

Banyak yang mencari "saham bank syariah". Beberapa bank syariah tercatat di BEI, antara lain Bank Syariah Indonesia (BRIS), BTPN Syariah (BTPS), Bank Aladin Syariah (BANK), dan Bank Panin Dubai Syariah (PNBS). Perlu dicatat: menjadi bank syariah tidak otomatis membuat sahamnya masuk DES. Saham tetap harus lolos saringan DES, jadi selalu cek status DES-nya pada periode terbaru, karena keanggotaan dapat berubah.

Cara beli saham syariah

  1. Pilih sekuritas dengan SOTS. SOTS pertama diperkenalkan Indo Premier (IPOT) pada 2011, dan kini banyak sekuritas menyediakannya. Lihat pilih broker syariah.
  2. Buka rekening efek dan RDN. Untuk kenyamanan, sebagian investor memilih RDN di bank syariah.
  3. Aktifkan fitur/akun syariah di aplikasi. Sistem akan membatasi pembelian hanya pada saham syariah, tanpa margin dan tanpa short selling.
  4. Setor dana dan beli saham dari DES/ISSI/JII sesuai analisis Anda.
  5. Pertimbangkan purifikasi (tazkiyah). Karena saham DES sudah dibatasi porsi pendapatan non-halalnya, purifikasi di Indonesia bersifat praktik sukarela; sebagian investor menyisihkan porsi non-halal dari dividen sebagai sedekah (ringkasan redaksi).

→ Panduan dasar membeli saham ada di cara beli saham untuk pemula.

Instrumen syariah lain selain saham

  • Reksadana saham syariah: portofolio saham syariah yang dikelola manajer investasi. Cocok untuk pemula yang ingin diversifikasi. Lihat reksadana.
  • Sukuk / SBSN: surat berharga syariah negara, seperti Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST).
  • Emas: fisik atau digital yang bisa diambil. Lihat trading emas.

Saham syariah vs saham konvensional

Saham syariahSaham konvensional
Masuk DESYaTidak harus
Usaha emitenHarus halalBebas
Rasio keuanganDibatasi (utang berbunga, pendapatan non-halal)Tidak dibatasi
TransaksiTanpa margin berbunga & short selling (via SOTS)Boleh margin & short selling
Risiko pasarSama — harga tetap bisa naik dan turunSama

Status syariah menilai kehalalan, bukan menjamin keuntungan. Risiko harga turun berlaku sama seperti saham biasa.

Pertanyaan yang sering diajukan

Saham syariah apa saja?
Ratusan saham dari berbagai sektor yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) OJK. Acuan praktisnya adalah indeks ISSI (semua saham syariah) dan JII (30 paling likuid). Daftar berubah tiap periode review, jadi cek yang terbaru di OJK atau IDX.
Bagaimana cara cek saham syariah?
Lihat DES terbaru di situs OJK, cek indeks ISSI/JII di IDX, atau gunakan aplikasi dengan fitur SOTS yang otomatis menyaring saham syariah.
Apakah ada daftar saham syariah terbaru?
Ya, DES diterbitkan dan diperbarui OJK secara berkala (dua kali setahun, Mei dan November). Gunakan versi terbaru, karena keanggotaan saham dapat berubah setiap periode.
Apa bedanya saham syariah dan konvensional?
Saham syariah harus lolos saringan usaha halal dan batas rasio keuangan, serta ditransaksikan tanpa margin berbunga dan tanpa short selling. Risiko harga naik-turunnya sama dengan saham biasa.
Apakah saham syariah pasti untung?
Tidak. Label syariah menyangkut kehalalan, bukan jaminan keuntungan. Harga saham syariah tetap bisa turun.
Apakah reksadana saham syariah halal?
Reksadana saham syariah mengelola saham-saham syariah di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah. Cek prospektus dan izin OJK-nya.